Kumpulan Doa Saat Turun Hujan Sebagai Wujud Syukur Atas Rahmat Dan Berkah-Nya

Keutamaan & Manfaat Membaca Doa Nabi Yunus, Penyelamat dari Perut Paus

Hujan adalah salah satu anugerah yang diberikan Allah SWT. Sebagai wujud rasa syukur tersebut, maka kita dianjurkan untuk membaca doa saat turun hujan atas rahmat dan berkah-Nya.

Berikut kumpulan doa saat turun hujan yang bisa diamalkan sebagai wujud syukur atas rahmat dan berkah-Nya :

  1. Doa Saat Turun Hujan

Seperti diriwayatkan didalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah RA mengucapkan :

“Allahuma shoyyiban nafi’an”

Artinya, “Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat”.

  • Doa Saat Turun Hujan Lebat

Rasulullah SAW pada suatu waktu pernah meminta untuk diturunkan hujan. Kemudian pada saat hujan turun dengan sangat lebat, beliau lantas meminta kepada Allah SWT agar cuaca kembali menjadi cerah.

Rasulullah SAW pun berdoa dengan bacaan :

“Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Artinya, “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

  • Doa Saat Hujan Yang Disertai Petir

Diriwayatkan dalam hadits Imam Malik, Rasulullah SAW membaca doa pada saat hujan turun yang diawali atau diikuti dengan adanya petir dengan bacaan dibawah ini :

“Subhaanalladzi yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.”

Artinya, “Mahasuci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbih lah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepadaNya.”

  • Doa Saat Hujan Yang Disertai Angin

Imam Muslim pada suatu hadits meriwayatkan jika pada waktu hujan turun yang diikuti dengan adanya angin kencang, Rasulullah SAW membaca doa ini :

“Alloohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiiha wa khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.”

Artinya, “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada didalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

  • Doa Meminta Hujan Berhenti

Hujan lebat yang turun lama seperti yang merendam sebagian kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Pada zaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi hujan deras yang berlangsung selama beberapa waktu. Tentunya hal tersebut akan menimbulkan banyak kerugian seperti akses jalan terputus, stok makanan membusuk, dan kegiatan harian akan terhambat.

Kala itu, Rasulullah sempat berdoa kepada Allah SWT untuk menolong umatnya dengan bacaan :

“Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahuma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Artinya, “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR. Bukhari).

Doa ini hampir sama pada saat hujan turun lebat.

  • Doa Setelah Hujan

“Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih”

Artinya, “Kita diberi hujan (dari langit) karena karunia dan rahmat Allah”.

Terdapat beberapa keutamaan pada saat turun hujan seperti waktu mustajab untuk berdoa, waktu ijabahnya doa, mensyukuri nikmat, banyak berkah yang turun ke bumi, dan berwudhu. Selain berdoa, ternyata masih banyak amalan yang bisa dilakukan saat turun hujan seperti berwudhu dengan air hujan, bersyukur, dan tidak mencela hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *